<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=2982395108414742402&amp;blogName=Realita+dalam+Cerita&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLACK&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fceritarin.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_GB&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fceritarin.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
ceritarin@blogspot.com ♥
11 November 2009

dear malaikat tanpa sayapku...

Maaf ya, sudah lama tidak berbagi semuanya padamu. Saya terlalu banyak diam, menyembunyikan segalanya. Saya tahu pasti mungkin kamu bingung dan bertanya-tanya ada apa. Tapi saya juga heran entah sejak kapan luapan kepercayaan itu terbendung. Kita tidak seperti dulu lagi, saya sadari itu.
Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri dan berusaha memperbaiki segalanya, karena tidak ada yang salah apalagi rusak mengenai kita. Kita jauh ya? Hah..
omong kosong jika ada yang bilang ribuan jarak yang memisahkan kita itu dekat. Tetapi jika kamu bilang kita "menjauh"..mungkin saja.
Kita tidak lagi seperti dulu. Melakoni bersama setiap canda-tawa, tangis-pilu, hitam-putih. Kamu sendiri, saya sendiri. Sekarang semunya tentang "aku" saja atau "kamu" saja bukan "kita".
Seperti mereka, sekarang inilah saya. Berangsur-angsur dewasa dan (sok) bisa mengurus diri. 


Malaikat tanpa sayapku..
Saya butuh kamu, tetap..


Blogged with the Flock Browser

Labels:

9 November 2009

Malam minggu kemarin saya seharusnya jaga malam. Tapi, ntah kenapa rasanya maleees banget. suntuk, pengen jalan-jalan. Alhasil saya pun menguatkan diri untuk tidak jaga malam ini. better go dating with kamang,pikir saya. so, first thing to do is calling temen satu tim jaga, bilang kalau saya tidak jaga malam ini..
"ah,pokoknya kamu coverin aja ya,saya lagi males ni..lagipula kalian pasti senang kalau tidakada saya. tidak ada yang ngomel2 kalau kalian pergi ntah kemana tidak ada yang komplain kalau kalian ribut sambil ngerokok dikamar jaga. intinya kita sama-sama senang,cuy?!.."

Untung temen saya ini pengertian (atau memang karna keuntungan yang diperoleh karna saya tak ada terdengar lebih menggiurkan) makanya dia mengamini saja niat saya. oke, so whats next? call kamang and make appointment.. Jam tujuh katanya,dia akan jemput saya..

kita nonton serigala terakhir aja ya..

upss..serigala terakhir? just another indonesian movie..
jujur saya tidak terlalu antusias. Filmnya pasti tipikal film indonesia. Alur mudah ketebak, ceritanya kosong cuma ngandalin nama besar sang artis yang aktingnya cekak. tapi tak apalah, buat ngedate dadakan dan hasil bolos jaga malam mungkin ini hukuman yang setimpal buat saya.
Kamang berkali-kali berusaha meyakinkan saya bahwa film ini bakalan beda. (ok, ini mungkin karna dia ngefans ama vino..tapi jangan tanya saya soal ini..jawabannya surely nope.. suaranya aneh)
***

Ceritanya dimulai dari lima orang pemuda bengal yang bersahabat baik. Setiap hari mereka selalu bikin onar di kampungnya. Kelima sahabat itu adalah Jarot (vino g bastian), Ale (fathir muchtar), Jago (dallas pratama), Lukman (Dion Wiyoko) dan Sadat (Ali syakieb). Bagi mereka persahabatan diatas segalanya. Mereka berlima punya mimpi untuk menguasai dunia.

Adalah seorang pemuda bisu, fatir ( Reza Pahlevi) namanya. Pemuda ini sering sekali menjadi bahan olok-olokan pemuda setempat. Hanya Jarot yang respek pada dirinya. Diam-diam Fatir pun sangat menghormati dan menghargai Jarot.

Suatu ketika, dalam sebuah pertandingan bola, Ale dan kawan-kawan terlibat perkelahian. salah seorang dari pihak lawan yang sudah lama menaruh dendam pada Ale mulai gelap mata. Ia mengambil pisau dan segera berlari ke arah Ale berniat untuk menikam Ale. Melihat hal itu Jarot tidak tinggal diam, ia ambil batu besar dan memukulkannya ke kepala sang musuh. Pemuda berpisau itu pun mati seketika. Jarot lemas, dan menyesali perbuatannya. Tapi apa daya penyesalan selalu datang belakangan. Segeromblan polisi telah datang untuk menjebloskannya ke penjara. Pahitnya hidup di penjara pun dialami jarot. Mulai dari dipukuli oleh penghuni lama sampai disodomi semua sudah ia rasakan. Sedihnya lagi tak seorang pun temen bahkan keluarganya yang pernah datang untuk menjenguknya. Lama-lama Jarot pun berubah. Ia menjadi pemberontak dan keras.
Keluar dari penjara, Jarot dikejutkan dengan fatir yang datang menjemput. Fatir si pemuda kampung berubah. Tampilannya parlente, lengkap dengan mobil dan pakaian mahal. sungguh kontras dengan fatir yang dulu. Fatir mempertemukan Jarot dengan ketua geng naga hitam. Naga hitam ini merupakan sebuah geng pengedar obat bius. Mungkin karna Jarot merasa terkhianati dan terbuang maka ia memutuskan untuk bergabung dengan geng naga hitam. Walaupun ia tahu keempat sahabatnya sangat membenci kelompok ini.

Jarot tetaplah jarot. Bagaimanapun ia tetap seseorang yang sangat menyayangi sahabat-sahabatnya. Walaupun sahabatnya berniat membunuh dirinya tetapi ia tidak pernah melawan. sampai akhirnya Jarot benar-benar marah kepada sadat dan jago. Mereka berdua telah memperkosa adik jarot. Jarot yang sangat menyayangi keluarganya tidak bisa tinggal diam. Ia suruh fatir untuk membunuh kedua sahabatnya itu.

Intrik pun berlanjut.

Ale merasa jarot benar-benar telah berubah. apalagi setelah ia tahu Jarot menjalin cinta dengan adik perempuannya dan mengira jarot adalah dalang dari pembunuhan adiknya. Ale yang marah besar mencari pistol dan berniat membunuh Jarot. Jarot tidak menyadari bahwa Ale menaruh dendam padanya. Jarot menginginkan damai. Ia tidak mau lagi bermusuhan dengan sahabatnya. Ternyata Ale benar-benar marah. Ia tidak mendengarkan semua penjelasan Jarot, ia malah menodongkan pistol ke arah Jarot. Mereka berdua mulai saling terjang dan terlibat adu fisik. Pergumulan baru berakhir dengan tewasnya Ale ditangan Jarot. Jarot menangis dan menyesal. Ia sayang Ale. Baginya kelima sahabatnya adalah saudara kandungnya. Tiba-tiba Fatir datang. ia mengarahkan pistolnya ke arah Jarot.
dan....

DAR..DAR..
Dua tembakan diarahkan ke Jarot. Jarot pun jatuh dan mati..

" kita adalah serigala bagi diri kita sendiri"
***

film ini cukup panjang. Berdurasari nyaris dua setengah jam. Endingnya upredictable, hehe.. Soalnya saya memprediksi cerita ini berakhir dengan terbunuhnya fatir ditangan Ale dan Jarot yang melihat itu menjadi berang dan membunuh Ale (prediksi saya salah besar). Soal jalan cerita film ini saya kasih nilai delapan. bagus dan menghibur. walaupun sound effectnya kurang dahsyat tapi tetap tidak mengurangi point film ini di mata saya. Ini memang bukan film action biasa. Ini Gankster movie lengkap dengan intriknya.
Oya,khusus buat cewek-cewek. selama film diputar siap-siap dimanjakan dengan parade cowok cool dan keren di big screen. *SLUURP*. Hahaha
Buktinya saya. Saya ini perempuan dengan low-alertness-for-goodlooking-man-because-my-boyfriend-besides. tapi setelah nonton film ini (dan berlanjut beberapa hari kedepan) sinyal saya kembali kencang.

And kamang bakalan nyesel karena saya jatuh cinta sama vino..
hahaha.

*mang,jangan salahin orang lain.salahin diri sendiri yang udah ngajak aku nonton ini..:p

so,jangan tunggu lama-lama.. go to the movie ASAP..watch this movie.
Gak bakalan nyesel..
buat mbak upi: "nice job, suka vino-nya"  *senyum-senyum jahil*

Labels:

24 September 2009

sudah lama tak posting.
mau nulis apa yah? ah...bingung..

otak saya lagi mandeg..

Labels:

11 September 2009

Sebut saja namanya Renata. Perempuan, nyaris 19 tahun. Masih remaja, 4 tahun lebih muda daripada saya. Saya tidak begitu dekat dengannya, tapi bukan berarti saya tidak mengenalnya. Buktinya saya tahu kalau dia terlalu melankolis, sangat suka musik jazz (selera musiknya sangat bagus) dan suka sok tegar. Heh, jangan protes. Saya tidak judge orang seenak udel kok. Saya mengenalnya karena saya memperhatikannya dari jendela kamar saya. kebetulan kamar kami berseberangan. Tepat dari sini saya bisa mengamatinya. Jika suasana sunyi, maka saya beruntung bisa mendengar segala percakapan dari kamarnya. Hah,tidak sopan. Tapi itulah saya, renata juga begitu. Kami berdua saling memperhatikan dalam diam. Jadi tidak ada aksi saling protes. Karena kedudukan seri. Sama-sama tahu.

Hari ini saya mendapatinya sedang duduk termenung didepan kaca. matanya bengkak, merah. Habis menangis sepertinya. saya terus saja memperhatikan gerak-geriknya dari dalam kamar. Menangis lagi pikir saya. Apakah dia tidak pernah bosan menangis ya. Ya, saya tahu,umurnya mungkin lebih muda. tapi kalau berbicara tentang tantangan hidup, dia jauh diatas saya.
***

Ayah-ibunya sudah bercerai beberapa tahun yang lalu. Menurutnya, perceraian itu terjadi karena keluarga pihak ayahnya terlalu turut campur dalam urusan rumah tangga keluarga mereka. Akhirnya sang ibu tidak tahan. Atau bisa jadi perceraian itu dipicu ayahnya yang mengalami gangguan jiwa bipolar, sehingga ibunya dituntut untuk banyak maklum dan lama-lama tidak tahan. Huff, terlalu banyak faktor pemicu. brokenhome...
Ternyata masalahnya tidak sampai disitu saja. Setelah ayah-ibunya bercerai sekarang Renata yang bertanggung jawab untuk merawat ayahnya. Setiap sabtu, saya lihat lampu kamarnya padam. Jika ditanya, "kerumah nenek" katamu. Singkat, sambil tersenyum tegar tanda ill be fine. Saya tahu, tidak mudah bagimu untuk berjumpa ayah. Kamu banyak makan hati-nya bukan? Saya lihat kamu kemarin menangis.
Sambil bertelpon kamu bilang:
"mereka bilang papa bau, ma.. Rena disuruh untuk lebih mengurus papa. si tante itu yang bilang begitu. Nenek cuma bisa diam saja. Papa gak ada komentar. mereka juga bilang kalau mereka malu karena kamar papa jadi sangat bau. Mereka jahat ya ma.." kamu terisak-isak mengadu pada ibumu via telepon.
Ini bukan isakan tangisnya yang saya lihat pertama kali.

Dulu kamu juga pernah dibuat menangis karena dimarahi telah memakan makanan yang seharusnya untuk sepupumu. Kamu pulang ke rumah, dan menangis lagi pada ibumu. Kamu merasa tidak dianggap. Kamu dibilang tidak sopan.
Kamu juga tidak usah menutupi. Saya pernah lihat kamu menangis sepanjang jalan. Karena sore itu tidak ada yang mau ngantarmu pulang. Padahal langit gelap mau hujan dan waktu berbuka puasa juga tinggal hitungan menit. Dirumah om-tante-nenek-mu ada dua mobil terparkir di tiap-tiap rumah. Herannya tidak ada yang mau mengantarkannmu sampai kerumah. Ayahmu juga hanya menyuruh orang untuk mengantarmu sampai ke halte terdekat saja, kemudian dengan teganya mengizinkanmu naik angkot sesuai nomor tujuan. Sekali lagi kamu hanya menangis sendiri kan Rena? Kamu telpon pacarmu meminta bantuan setidaknya berharap pacarmu memberikan bahunya untukmu. Tapi apa nyatanya Rena? Walaupun pacarmu mendampingimu, kamu masih mengharapkan keluargamu. Iya kan? Lantas kamu memaafkan keadaan. Kamu berdamai dengan masalah. Kamu anggap kamu kurang tegar. Kamu hapus air matamu berjalan tegak menatap lurus jauh kedepan. Saya lihat itu Rena..Saya lihat dari gelapnya kaca mobil.

Tapi apa yang kamu lakukan Rena, minggu depannya lampu kamarmu kembali padam. Kamu pergi kerumah nenek lagi ya? Wah, sayang sekali kamu sama ayahmu. Tak jarang saya mendapati matamu kembali bengkak sepulangnya dari rumah nenek. Kali ini karena apa sayang? Kamu dengar mereka bilang ibumu bukan ibu yang baik?Walaupun kamu tidak perduli mereka ngomong apa, tapi saya tahu hatimu teriris. Hatimu capek ya, dik? Lelah dipermainkan hidup.

Kamu tidak pernah cerita tentang pedihmu rena.. Kamu tidak percaya orang lain? Saya bertaruh mungkin kamu hanya percaya pada ibumu saja dan Tuhan.

Tuhan? hah..inipun mungkin kamu ragu.. Kamu rasa Tuhan telah jauh darimu bukan? Sholatmu saja tidak lagi genap lima waktu sehari. Kamu lampiaskan perasaan sepimu pada sesuatu yang Tuhan benci. Coba hitung sudah berapa kali kamu masuk ke nikmat tabunya seks bebas dan dunia malam. Itu hanya untuk medapatkan perasaan ada yang sayang kamu. ada yang memperhatikan kamu. Bukan begitu caranya. Ceritakan pedihmu. Pacarmu pasti mendengarnya. Saya tahu dia itu lelaki yang baik, dia tidak ingin mempermainkanmu ataupun mengambil manfaat dari dirimu. Dia benar-benar sayang kamu Rena. Mungkin itu caranya untuk melihat kamu bahagia. Untuk melihatmu tersenyum. Salah besar memang, tapi apalagi yang bisa dia perbuat...

Rena..
cukup..!!!

Kamu lupa pada Tuhan? Dia tetap ada kok.. doamu masih dijawabNya. Hitung berapa kali hatimu diberiNya ketenangan ketika kamu melantunkan ayat suci al-Quran, ketika kamu merendahkan diri sujud dihadapannya. Curhat padaNya Rena.. Ia pasti mendengar.

Hari ini saya dapati kamu menangis. tapi ada yang aneh disini. kemana perginya handphone mu? BIasanya jika ada masalah kamu pasti menelpon ibumu atau pacarmu. Kenapa sekarang tidak..?
Saya bingung rena..
Apa karena ibumu akan menikah lagi? jadi kamu merasa ragu padanya. Kamu takut ibumu akan meninggalkanmu.
Hah..
Rena..Rena..
***

Sekarang, Rena menelpon pacarnya. Saya perhatikan jam tangan saya. Dalam hitungan menit, rena mengakhiri percakapannya. "Kamu sedang tidur ya? sudahla.." Rena memutuskan percakapan.

OOO..pacarnya sudah tidur. Dan riskan rasanya untuk menganggu.
Saya tahu kamu merasa kesepian. Saya juga tahu kepala kamu pecah, hidupmu mulai gelap. kamu tidak punya teman untuk cerita. bagilah deritamu rena.. Tidak mau? Kamu tidak mau orang memandangimu kasihan. Saya rasa mereka tidak akan mengasihanimu, saya rasa mereka akan kagum padamu. Karena, usiamu masih belia tubuhmu juga ringkih dan cenderung penyakitan. Tapi kamu punya jiwa yang kuat. Kamu pelindung keluargamu. Saya juga lihat kemilaumu lebih bersinar dibandingkan mutiara jiwa lainnya.

Malam ini, saya jadi saksi bisu percakapan singkatmu dengan cermin itu. Kamu bilang tears no more..LANTANG!
***

Saya lihat rena keluar kamar, berjalan menuju kamar mandi. Mengambil air wudhu. Kemudian kembali ke kamarnya membentangkan sajadah, mengenakan mukena dan mengumandangkan takbiratulikram.
Rena kembali...:)

Labels: