<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/2982395108414742402?origin\x3dhttp://ceritarin.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
ceritarin@blogspot.com ♥
24 August 2007


Beberapa hari yang lalu, 16-19 Agustus 2007, di kampus saya diadakan acara Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) atau lebih ngetrend dikenal dengan istilah ospek. Ini merupakan sebuah acara besar yang menuntut koordinasi dari masing-masing divisi kepanitiaan. Acara ini mulai dari pukul 6 pagi sampai pukul 5 sore. Melelahkan memang. Tidak hanya menguras tenaga, waktu dan biaya besar tetapi juga suara.

Seperti saya contohnya. Saya pernah memarahi( berteriak ke arah.baca) salah satu peserta ospek. Sebenarnya dia tidak salah apa-apa. Kesalahannya hanyalah tidak tahu nama saya. Terkesan dicari-cari dan sedikit narsistik memang. Hasil akhirnya hanyalah batuk dan suara serak.


Tapi, itulah ospek. Semua senior seakan berlomba terlihat galak dan menakutkan di mata para juniornya. Mungkin ini merupakan sebuah trik baru agar terlihat hebat dan usaha supaya exist di kalangan junior. Pintas memang, tetapi tidak dosa kan?Toh, namanya juga ospek. Semua bebas berteriak apa saja, bebas melakukan apa saja asal tidak keluar dari aturan main.

Ospek yang berjalan empat hari ini mengharuskan pesertanya memakai atribut seperti berikut:
  1. Atasan kemeja lengan panjang bewarna putih dan bawahan celana panjang hitam. Khusus untuk yang perempuan diharuskan juga memakai rok selutut sebagai lampisan dari celana panjangnya.
  2. Rambut potongan cepak untuk cowok dan dikepang sesuai dengan tanggal hari itu untuk cewek.
  3. Memakai pita bewarna merah putih yang diikatkan di kepala.
  4. Membawa tas dari goni.
  5. Memakai topi dari bola basket yang dipotong setengah dan disambung dengan potongan kardus sehingga hasil akhirnya akan seperti topi sombrero ala koboi.
  6. Memakai nametag yang bertuliskan nama asli dan nama cantik hasil pemberian senior.
  7. Melilitkan kaleng softdrink disekitar pinggang yang telah diisi kelereng sebelumnya.
  8. Memakai kaos kaki merah-putih berlainan warna untuk kanan dan kiri

Ribet ya?? Tapi harus dijalanian dan di kenakan semuanya. Alih-alih terkena bentakan dan repetan dari kakak senior. Banyak juga yang keberatan tetapi tidak boleh protes. Lagi-lagi dengan alasan ospek semuanya boleh asal tidak menyalahi aturan main. Lagipula selama empat hari itu, para senior adalah mereka yang paling berkuasa.

Maafkan kami ya, juniorku..