<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/2982395108414742402?origin\x3dhttp://ceritarin.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
ceritarin@blogspot.com ♥
25 May 2008

Saya termasukorang yang tidak percaya takhayul. Menurut saya itu hanya hal-hal bodoh yang tidak perlu untuk dipikirkan apalagi sampai dikhawatirkan. Tetapi mungkin karena terlalu sombong sebagai manusia yang merasa punya akal logika akhirnya saya terjebak juga dalam kondisi setengah percaya pada takhayul (atau mungkin benar-benar percaya pada takhayul?!)

Ceritanya bermula dari mimpi. Sudah dua malam berturut-turut saya bermimpi rada ganjil karena temanya agak sama seputar saya dan anak-anak. Malam pertama saya bermimpi pulang ke rumah yang di Pekanbaru. Disitu saya melihat mama dan seorang anak bayi. Ntah kenapa saya langsung menghampiri anak bayi itu, mengganti popoknya, memandikan bahkan menyuapinya makan dan meninabobokan si bayi itu. Anehnya, semua sangat gampang saya lakukan sama sekali tanpa canggung (ya..namanya juga mimpi). Lucunya ketika saya hendak meninggalkan anak itu, si anak langsung bangun dan menangis keras. Saya pun terbangun dari mimpi.

Hari ini saya sama sekali tidak memikirkan tentang mimpi ini.

Keesokan harinya, saya kembali bermimpi. Settingnya di sebuah angkot dalam perjalanan menuju praktek dokter gigi langganan. Di angkot itu, saya melihat seorang ibu dengan dua anaknya yang masih balita. Ia terlihat sangat kewalahan menjaga mereka. Saya pun menawarkan diri untuk membantunya menjaga salah satu anaknya. Si ibu pun memberikan anaknya yang paling besar untuk saya pegang. Dan keanehan pun kembali terjadi. Sang anak langsung lengket dengan saya bahkan dia juga menangis keras ketika saya harus turun dari angkot dan berpisah dengannya. Hal serupa juga terjadi dengan mimpi kemarinnya.

Dan sekarang saya mulai memikirkan makna dari mimpi tersebut.

Sial!Saya terjebak dalam takhayul..

Labels: ,